DAIRI, ASPIRASI.news – Buntut penegakan hukum yang dinilai terkesan bobrok dan tebang pilih di Kabupaten Dairi, sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam Forum Peduli Penegakan Keadilan dan Hukum (FPPKH) menggelar aksi unjuk rasa ke Mapolres Dairi, Senin (13/4/2026).
Elemen masyarakat yang melakukan unjuk rasa terdiri dari Ikatan Pemuda Karya (IPK), KNPI, GMNI, HMI, PMII, IPNU dan Pemuda Muhammadiyah.
Mereka meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo agar segera mencopot Kapolres Dairi AKBP Otniel Siahaan, Kasat Narkoba Iptu Marlon Dobik Hutapea dan Kasat Reskrim AKP Wilson Manahan Panjaitan.
“Kami menduga ada persekongkolan oknum terhadap orang-orang yang menjadi mafia narkoba. Kami minta pengungkapan kasus narkoba harus sampai ke bandarnya. Pemakai, bukan bandar,” kata Abdi Manullang.
Andi menilai, mandeknya proses hukum bukan hanya sekadar persoalan teknis, melainkan menjadi indikator kuat adanya dugaan lemahnya profesionalitas, integritas, bahkan potensi praktik tebang pilih dalam penanganan perkara.
Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan sejumlah tuntutan kepada aparat penegak hukum, antara lain: mendesak reformasi birokrasi di Polres Dairi dalam penegakan hokum, mengusut tuntas dugaan praktik jual beli hokum, menyoroti keberadaan DPO yang dinilai belum efektif.
Selain itu, juga menuntut penghentian dugaan persekongkolan antara bandar narkoba dan aparat, mendesak penghentian praktik tebang pilih dalam penanganan perkara, menyatakan kondisi darurat sosial terkait penegakan hukum di Dairi, serta mengkritisi lambannya penanganan perkara di Satreskrim Polres Dairi.
Aksi tersebut juga mengacu pada sejumlah dasar hukum, diantaranya Pasal 28E ayat (3) UUD 1945 tentang kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum, UU No 9 Tahun 1998, serta Peraturan Kapolri No 7 Tahun 2012.
Ditegaskan, demonstrasi ini merupakan bentuk kontrol sosial dan kepedulian masyarakat terhadap penegakan hukum yang adil dan transparan. Mereka berharap aparat segera melakukan pembenahan guna mengembalikan kepercayaan publik.
“Kami menolak diam, kami menolak ketidakadilan. Hukum harus ditegakkan, bukan dipermainkan,” tegas massa. | Gerson Tobing





