Barang Korban PMI Asal Medan Raib

Tetty Herawati Napitupulu orang tua korban Pekerja Migran Indonesia (PMI), alm Reza Valentino Simamora, saat memeriksa barang-barang milik anaknya.
Tetty Herawati Napitupulu orang tua korban Pekerja Migran Indonesia (PMI), alm Reza Valentino Simamora, saat memeriksa barang-barang milik anaknya.

MEDAN, ASPIRASI.news – Kematian Reza Valentino Simamora (21), Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kota Medan, Sumatera Utara, masih menyisakan luka mendalam bagi keluarga korban.

Pasalnya, beberapa barang pribadi milik Reza Valentino Simamora yang tewas diakibatkan kecelakaan kerja di Korea Selatan, diketahui hilang saat pihak Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumatera Utara mengantarkannya ke rumah orang tua korban yang berada di Jalan Dame Amplas, Kota Medan, Rabu (15/4/2026).

Bacaan Lainnya

Hal tersebut diketahui saat Tetty Herawati Napitupulu (42) selaku orang tua korban, memeriksa seluruh barang bawaan milik almarhum Reza Valentino Simamora.

“Saat kami terima kotak berisi barang-barang Reza yang di dalamnya berisi koper, kondisinya sudah dalam keadaan terbuka dan rusak,” ungkap Tetty Napitupulu didampingi suaminya Saut Tarulitua Simamora.

Tetty menambahkan, bahwa keluarga menduga koper milik almarhum anaknya sudah dirusak, bahkan beberapa pakaian kerja beserta dua handphone dan paspor milik Reza tidak ada di dalam koper tersebut.

Padahal, sambung Tetty, kedua handpone milik almarhum anaknya tersebut masih ada sewaktu temannya mengantarkan ke kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) yang berada di Korea.

“Dirjen Pelayanan dan Penempatan harus bertanggung jawab atas kejadian ini. Kami sebagai orang tua korban merasa sangat kecewa, karena kondisi barang yang kami terima berbeda dengan foto awal saat packing koper yang dikirim teman almarhum anak kami,” tegas Tetty.

Ia menambahkan, bahwa pihaknya akan melaporkan kasus ini ke Komnas HAM, Ombudsman, dan Presiden. “Tas anak saya yang sudah meninggal diacak-acak. Dua unit handpone merk sambung dan redmi hilang,” bebernya.

Sementara itu, Enceng Supiyanto selaku tim perlindungan BP3MI Sumut, mengatakan bahwa pengantaran barang milik Reza terkendala karena proses pengirimannya melalui kapal laut dari Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang.

“Dua hari yang lalu sampai di kantor kami. Dapat informasi harus disampaikan langsung ke keluarga Reza. Kami ditugaskan pimpinan untuk menyampaikannya hari ini. (Kendala) karena proses pengirimannya melalui kapal laut,” ujar Enceng. | Saut Sihombing

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *