Musda Persani Labuhanbatu Ricuh dan Memanas

LABUHANBATU, ASPIRASInews – Musyawarah Daerah (Musda) Persatuan Senam Indonesia (Persani) Kabupaten Labuhanbatu masa bhakti 2025-2029, Minggu (11/5/2025), di HG Coffee Rantau Utara, berlangsung memanas dan ricuh.

Para kader dan anggota DPC Persani Labuhanbatu tidak terima dengan penetapan secara sepihak yang akan menjadi Ketua Persani Labuhanbatu oleh utusan DPD Persani Sumatera Utara, Jamilah, sehingga mengakibatkan kericuhan di Musda tersebut.

Bacaan Lainnya

Akibat kericuhan itu, rombongan DPD Persani Sumatera Utara meninggalkan acara pelaksanaan Musda sehingga acara tersebut bubar.

Pelaksanaan Musda diduga cacat hukum dan melanggar Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), hingga menyebabkan Jamilah utusan DPD Sumatera Utara mendapat sorotan dari kader Persani Labuhanbatu.

Terkait kericuhan yang terjadi di aula HG Coffee saat pelaksanaan Musda Persani, saat dikonfirmasi yang disebut-sebut sebagai ketua panitia pelaksana bernama Dian menyampaikan, bahwa seharusnya ada dua yang menjadi kandidat calon Ketua DPC Persani Labuhanbatu yakni, Veva Agustin dan Fika Emelia Siahaan.

“Yang didaftar menjadi peserta Musda ada enam sanggar senam,” sebut Dian yang mengaku bukan sebagai ketua panitia tapi mewakili Lilis Handayani sebagai Ketua DPC Labuhanbatu yang sudah demisioner.

Sementara itu, Fika Emelia Siahaan saat memberikan komentar mengatakan, pada 17 Februari 2025 pihaknya mengambil berkas pendaftaran calon ketua kepada SC, dan pada 20 Februari 2025 mengembalikan berkas.

Fika menyebutkan, seharusnya Musda berlangsung pada Februari 2025, dan seharusnya ada 23 sanggar senam yang sudah di SK-kan dan menjadi peserta Musda. Namun karena ada kendala, Musda yang seyogianya dilaksanakan pada Februari 2025 batal digelar.

“Yang paling mengejutkan saya, Musda dilaksanakan pada 11 Mei 2025 setelah mendapat informasi dari teman-teman dan hanya enam sanggar senam yang menjadi peserta,” beber Fika.

Ironisnya, yang membuat kemarahan para sanggar senam di Labuhanbatu diakibatkan DPD Persani Sumatera Utara ingin secara langsung menetapkan dan melantik Veva Agustin sebagai Ketua DPC Persani Labuhanbatu, dan hanya mengakui 6 sanggar senam yang sah menjadi peserta Musda.

Mendengar kericuhan pada pelaksanaan Musda tersebut, KONI Labuhanbatu meluncur ke lokasi dan menyaksikan secara langsung kericuhan tersebut.

Ketua Harian KONI Labuhanbatu, Ade Huzaini menyampaikan, pihaknya hanya memantau bagaimana mereka menyelesaikan persoalan organisasi secara internal. “Regulasi atau AD/ART mungkin tidak dapat dipahami oleh sejumlah pihak-pihak”, pungkasnya. | Eka Hombing

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *