Memasuki Hari ke-5, Korban Hanyut di Sungai Lae Renun Belum Ditemukan

Tim Basarnas menyusuri aliran sungai Lae Renun melakukan pencarian korban hanyut.
Tim Basarnas menyusuri aliran sungai Lae Renun melakukan pencarian korban hanyut.

Dairi, ASPIRASI.news – Upaya pencarian Jemput Paulus Tarigan (30), warga Desa Bertungen Julu, Kecamatan Tigalingga, Kabupaten Dairi, yang hanyut di aliran sungai Lae Renun hingga kini memasuki hari kelima proses pencarian belum juga ditemukan.

“Hingga hari kelima upaya pencarian korban hanyut belum juga membuahkan hasil,” kata Kepala Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Dairi, Hotmaida Butarbutar, Selasa (13/8).

Bacaan Lainnya

Hotmaida menyebutkan, upaya pencarian terus dilakukan dengan melibatkan tim Basarnas Medan, BPBD Dairi, TNI-Polri, Pemerintah kecamatan dan desa serta warga hingga ke aliran sungai Lae Renun yang berada di Kecamatan Tanah Pinem.

“Pencarian dilakukan dari titik awal korban dinyatakan hanyut hingga ke daerah aliran sungai Lae Renun di Kecamatan Tanah Pinem,” kata Hotmaida.

Namun, aliran sungai yang deras dan kondisi cuaca serta medan yang terjal ditambah bebatuan yang licin cukup menyulitkan dalam upaya pencarian yang dilakukan. “Untuk pencarian korban dilakukan dari pagi hingga sore, bila cuaca hujan pencarian terpaksa dihentikan karena naiknya permukaan air sungai Lae Renun,” ucapnya.

Diberitahukan sebelumnya, berdasarkan keterangan Kapolsek Tigalingga AKP Yan Ujung, korban Jemput Paulus Tarigan dikabarkan hanyut pada, Jumat 9 Agustus 2024, sekira pukul 10.00 WIB.

Polsek Tigalingga mengetahui adanya orang hanyut, setelah perangkat Desa Bertungen Julu menghubungi personil Polsek Tigalingga. “Kami mengetahui kabar adanya orang hanyut di Sungai Lae Renun setelah mendapat laporan dari perangkat desa,” ucap Yan Ujung.

Sebelum dikabarkan hanyut, pada hari Jumat (9/8/2034) sekira pukul 08.00 WIB, korban Jemput Paulus Tarigan bersama temannya, Serentak Angkat berangkat dari rumahnya menuju ke Sungai Lae Renun di Dusun Tanjung Beringen. “Tujuan keduanya ingin mendulang serpihan emas di tepi Sungai Lae Renun,” sebut Yan Ujung.

Sesampainya di lokasi, dengan menggunakan tali keduanya pun turun ke tepian Sungai Lae Renun. Selanjutnya keduanya langsung mendulang emas dengan memegang ikatan tali. “Jarak antara korban dan Serentak Angkat sekitar 30 meter,” turut Yan Ujung.

Sekira pukul 10.00 WIB, Serentak Angkat memanggil korban, tetapi tak menyahut, dan pada saat itu dilihat dari kejauhan Korban sudah tak tidak terlihat lagi. Karena keberadaan korban tak terlihat lagi, Serentak Angkat kemudian pulang ke Desa Bertungen Julu untuk memberitahukan kepada masyarakat dan keluarga korban.

Selanjutnya, keluarga korban bersama beberapa masyarakat beramai-ramai mencari korban ke Sungai Lau Renun tempat dikabarkan korban hanyut.

“Walau pencarian dilakukan sampai ke aliran sungai Lae Renun di Kecamatan Tanah Pinem, keberadaan korban juga tak ditemukan,” terang Yan. | Gerson Tobing

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *