MEDAN, ASPIRASI.news – Pihak Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) akan menggelar tes urin narkoba secara mendadak di seluruh Polres jajaran. Hal itu sebagai langkah antisipatif guna mencegah penyalahgunaan narkoba di lingkungan internal kepolisian.
Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan, mengatakan pelaksanaan kegiatan tersebut secara bertahap di seluruh satuan wilayah. Menurut dia,, upaya itu merupakan bentuk pengawasan internal yang serius dan berkelanjutan.
” Ya, tentunya. Kita akan melakukan tes urin narkoba di seluruh Polres jajaran secara bertahap,” ujar Kombes Ferry Walintukan pada pers di Mapolda Sumut, Jumat (27/02/2026).
Sebelumnya, tambah perwira menengah itu, untuk langkah awal, Kapolda Sumut Whisnu Hermawan Februanto bersama Wakapolda, para Pejabat Utama (PJU), Kapolres dan Kasat sudah menjalani tes urin narkoba secara mendadak pada Rabu (25/02/2026). Dari hasil pemeriksaan disebutkan bahwa seluruh peserta dinyatakan negatif narkoba.
” Sebagai contoh awal, bapak Kapolda, Wakapolda, para PJU, Kapolres dan Kasat telah menjalani tes urin yang dilaksanakan mendadak disela Rapat Pimpinan kemarin. Hasilnya seluruhnya negatif. Makanya, setelah ini, tes urin mendadak juga akan digelar di seluruh Polres jajaran secara bertahap,” jelasnya.
Dia mengatakan, tes urin yang akan dilaksanakan itu guna menindaklanjuti instruksi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang menekankan pentingnya langkah preventif dalam menjaga integritas dan profesionalisme anggota Polri.
Para personil yang mengikuti tes urin mendadak saat itu antara lain, Kapolda, Wakapolda, 29 Pejabat Utama, 29 Kapolres, serta 28 Kasat dengan total keseluruhan 88 peserta. Dari seluruh peserta yang diperiksa, tidak satu pun ditemukan positif menggunakan narkoba.
Kapolda Sumut Irjen Whisnu Hermawan Februanto menegaskan bahwa tes urin merupakan langkah konkrit untuk memperkuat pengawasan internal sekaligus bentuk komitmen menjaga marwah institusi kepolisian. Dia juga menilai pengawasan internal harus dilakukan secara konsisten dan nyata.
Selanjutnya, dia menegaskan pula bahwa kebijakan tersebut sejalan dengan arahan Kapolri agar seluruh jajaran melakukan pengawasan secara ketat dan langkah preventif guna mencegah terjadinya pelanggaran yang dapat mencederai kepercayaan publik terhadap Polri.
Lebih lanjut, Kapolda Sumut menyebutkan bahwa komitmen pihaknya dalam mewujudkan prinsip ‘zero pelanggaran’ di lingkungan Polda Sumut bukan sekadar sebagai slogan, melainkan diwujudkan melalui tindakan nyata.
” Setiap personil yang terbukti melakukan pelanggaran tetap akan diproses sesuai dengan ketentuan disiplin maupun hukum yang berlaku,” tegasnya. |Zih





