Minyak Goreng Mirna Produksi PT Inno Wangsa Diduga Tidak Layak Beredar

Minyak goreng sawit merk Mirna tidak terdapat kode produksi dan masa kadaluwarsa.
Minyak goreng sawit merk Mirna tidak terdapat kode produksi dan masa kadaluwarsa.

MEDAN, ASPIRASI.news – Minyak goreng sawit merk Mirna diduga tidak layak beredar (tidak memenuhi syarat untuk dipasarkan). Pasalnya, pada kemasan minyak goreng sawit produksi PT Inno Wangsa Oils & Fats yang berlokasi di Jl MG Manurung, Kelurahan Timbang Deli, Kecamatan Medan Amplas, tidak ditemukan kode produksi dan masa kadaluwarsa.

Dugaan minyak goreng Mirna tidak layak beredar di pasaran mengacu pada adanya indikasi dari segi keamanan maupun mutu.

Bacaan Lainnya

Masa kadaluwarsa pada minyak goreng kemasan merupakan salah satu syarat kelayakan beredar. Tanggal kadaluwarsa menunjukkan batas waktu dimana produk masih aman dan layak dikonsumsi, sesuai dengan kualitas yang tertera pada kemasan.

Sedangkan, kode produksi pada kemasan minyak goreng memiliki fungsi penting yakni untuk mengetahui usia produk, memastikan keaslian produk dan menjamin keamanan produk.

Selain itu, kode produksi juga membantu produsen dan konsumen dalam melacak produk, terutama jika ada masalah atau penarikan produk.

PT Inno Wangsa Oils & Fats melalui Manager, Bono saat dikonfirmasi ASPIRASI.news, Selasa (19/8/2025), terkait hal kode produksi dan masa kadalurwarsa minyak goreng mirna tidak menampik hal tersebut.

Bono mengatakan, bahwa untuk minyak goreng kemasan merk Mirna tidak diproduksi lagi. “Yang diproduksi sekarang adalah minyak kita,” ujarnya.

Ditambahkannya, bahwa minyak goreng merk Mirna diproduksi hanya untuk dibagikan kepada masyarakat di sekitar lingkungan perusahaan, tidak untuk dijual.

“Sekarang yang kami jual semua merk minyak kita. Lain kali kami akan cantumkan, akan kami perhatikan,” kata Bono mengakhiri.

Menurut sumber ASPIRASI.news yang layak dipercaya, bahwa diduga minyak goreng sawit kemasan merk Mirna kemungkinan ada ‘masalah’ sehingga tidak diproduksi lagi.

“Uda enggak diproduksi lagi bang kalau minyak merk Mirna. Mungkin sekarang hanya menghabiskan sisa stok yang ada, untuk dibagi-bagikan kepada masyarakat. Kalau dulu pemasarannya ke sejumlah daerah di wilayah Sumatera Utara,” pungkasnya. | Saut MS

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *