Judi Togel Marak di Deli Serdang, Bandar Disebut-sebut “Oppung Bos”

Foto ilustrasi
Foto ilustrasi

DELI SERDANG, ASPIRASInews – Praktik (kegiatan) perjudian jenis toto gelap (togel) semakin merajelala di Kabupaten Deli Serdang. Permainan judi tebak angka itu sampai saat ini masih terus beroperasi secara bebas hingga membuat resah masyarakat.

Mirisnya, membeli kupon togel seperti membeli kacang goreng. Mudah sekali ditemukan di warung kedai kopi ataupun lapo tuak, bahkan para pemain membelinya secara terang-terangan.

Bacaan Lainnya

Selain itu, para juru tulis (jurtul) dan warga penebak nomor terkesan tidak takut lagi terhadap dampak perbuatan judinya itu dijerat hukum.

Perputaran judi tebak angka di Deli Serdang diputar setiap hari, mulai putaran Sgp, Sdy dan Hk, yang disebut-sebut dikoordinir oleh bandar besar “Oppung Bos” yang berdomisili di Lubuk Pakam.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun ASPIRASInews, bahwa bandar judi togel di Kabupaten Deli Serdang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat. Diduga ‘dikendalikan’ oleh istri dari salah seorang oknum yang sangat ditakuti di daerah tersebut.

Masyarakat menduga, bahwa mulusnya praktik (kegiatan) bisnis haram itu karena oknum aparat diduga sudah berkolaborasi dengan penyandang dana (bandar) judi togel sehingga sampai saat ini bebas beroperasi.

“Dampak akibat merajalelanya judi togel mempengaruhi perekonomian masyarakat kecil di pedesaan. Bahkan berdampak merusak tatanan rumah tangga, dan merusak mental generasi muda,” ujar warga asal Tanjungmorawa itu sembari meminta namanya tidak disebut di media.

Pria setengah baya itu juga mempertanyakan sikap pemerintah, yang terkesan membiarkan judi togel secara terang-terangan bebas beroperasi.

“Kami mempertanyakan sikap dan kinerja dari 50 anggota DPRD Deli Serdang, yang dianggap tidak peduli dan tidak pernah membicarakan terkait maraknya judi togel di Deli Serdang. Ada apa sebenarnya, apakah ada keterlibatan dari oknum anggota DPRD Deli Serdang,” tegasnya.

Ia berharap agar Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol Raphael Sandhy Cahya Priambodo segera menutup praktik judi togel di Deli Serdang, sehingga tingkat kepercayaan publik terhadap Polri sebagai pengayom dan penegak hukum tidak semakin luntur.

Apalagi saat ini muncul ragam tudingan di kalangan masyarakat menyebutkan, bahwa oknum aparat penegak hukum diduga menerima ‘upeti’ dari penyelenggara praktik perjudian di Deli Serdang.

“Tudingan-tudingan seperti itu harus dimentahkan dengan upaya pemberantasan secara maksimal dan melakukan penindakan tanpa pandang buluh. Polresta Deli serdang agar segera menghentikan operasi judi togel, agar tidak ada lagi asumsi yang beredar di kalangan masyarakat bahwa ada uang siluman,” pungkasnya.

Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol Raphael Sandhy Cahya Priambodo saat ingin dikonfirmasi terkait maraknya judi togel, tidak bersedia.

Begitu juga dengan Kasat Reskrim Kompol Risqi Akbar beberapa kali dihubungi ASPIRASI melalui sambungan telepon selulernya, tidak berkenan walaupun nada panggil handpone berdering. | R.01/M.02

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *