Tragedi Banjir Bandang Simangulampe, Duka yang Belum Berakhir

Bencana alam tanah longsor di Desa Simangulampe, Humbang Hasundutan, Desember 2023.
Bencana alam tanah longsor di Desa Simangulampe, Humbang Hasundutan, Desember 2023.

Humbahas, ASPIRASI.news | Tragedi banjir bandang yang melanda Desa Simangulampe, Kecamatan Baktiraja, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), pada Desember 2023, hingga kini masih meninggalkan duka yang mendalam bagi para keluarga korban.

Bencana alam ini tidak hanya merenggut korban jiwa, tetapi juga menghancurkan puluhan rumah warga, gedung sekolah, dan gereja.

Bacaan Lainnya

Sampai saat ini sejak peristiwa itu, penderitaan masyarakat Desa Simangulampe diperparah dengan belum tersalurkannya bantuan donasi yang sangat dibutuhkan.

Pada malam kejadian, saat sebagian warga Desa Simanggulampe beristirahat, tiba-tiba longsor dari bukit di atas pemukiman mereka mengalir deras membawa lumpur bercampur batu besar. Kepanikan pun melanda, memaksa warga berhamburan keluar rumah mencari perlindungan.

Tragedi ini sudah ditetapkan sebagai bencana nasional. Donasi sebesar Rp 1,2 miliar pun terkumpul dari berbagai daerah, pemerintah provinsi, pemerintah pusat, serta masyarakat luas melalui posko donasi yang diprakarsai oleh masyarakat dan Pemkab Humbahas.

Namun ironisnya, hingga saat ini dana bantuan tersebut belum tersalurkan kepada warga. Sehingga hal ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan warga.

Ketua DPRD Humbahas, Ramses Lumban Gaol, mengaku sangat terkejut mengetahui fakta bahwa donasi dari masyarakat untuk para korban banjir dan longsor di Desa Simanggulampe belum disalurkan.

“Kita baru mengetahui kalau bantuan donasi untuk korban bencana alam di Simanggulampe belum disalurkan. Ini sudah tidak masuk akal,” ujar Ramses kepada wartawan.

Politisi senior PDI-Perjuangan ini merasa heran, mengapa bencana alam yang sudah 5 bulan berlalu tetapi dana donasinya belum juga disalurkan.

Ramses menegaskan, bahwa Pemkab Humbahas tidak boleh mengulur waktu terkait penyaluran donasi itu. Sebab, para korban sangat membutuhkannya untuk memperbaiki rumah mereka yang hancur dan memenuhi kebutuhan dasar lainnya.

“Pemkab Humbahas agar segera menyerahkan hasil donasi bencana alam itu kepada warga yang berhak menerimanya. Selain itu, penyalurannya juga harus transparan, jangan sampai terjadi penyelewengan,” pungkasnya.

Sementara, Camat Baktiraja Sanggam Lumbangaol saat dikonfirmasi wartawan menerangkan, dalam rapat bersama masyarakat telah disepakati dana bantuan akan segera direalisasikan.

“Dihimbau kepada masyarakat membuka nomor rekening supaya dana bantuan bisa ditransfer langsung ke rekening masing-masing. Hanya menunggu perintah dari Bupati saja,” beber Sanggam. | Frish H Silaban

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *