Sukseskan Kurikulum Merdeka, SMAN 1 Doloksanggul Gelar P5

Doloksanggul, ASPIRASI.news | Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Doloksanggul menggelar kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) untuk mendukung serta mensukseskan program Kurikulum Merdeka.

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Cabang Dinas (Kacabdis) Pendidikan Wilayah IX Sumatera Utara, Drs Alfred H Silalahi MSi, di lapangan SMAN 1 Doloksanggul, Rabu (8/5).

Bacaan Lainnya

Kacabdis Pendidikan Wilayah IX Sumut dalam sambutannya mengatakan, berdasarkan pedoman Kemendikbudristek No 56 Tahun 2022, Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) adalah sebuah kegiatan kurikuler yang fokus pada pendekatan proyek untuk memperkuat upaya dalam mencapai kompetensi dan karakter sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila.

Selain itu, kata Kacabdis, P5 merupakan salah satu bagian dari Kurikulum Merdeka mengajak siswa/siswi aktif terlibat dalam kegiatan proyek ko-kurikuler (menunjang mata pelajaran utama).

“P5 mengingatkan kita pada Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) di masa pemerintahan Orde Baru. Siswa tidak diajari nilai-nilai Pancasila secara mentah, tetapi didorong menangani isu-isu yang relevan di lingkungan sekitarnya,” ucap Kacabdis Alfred Silalahi.

Dia menambahkan, Pelajar Pancasila yaitu pelajar yang kompeten, berkarakter dan berperilaku sesuai nilai-nilai Pancasila. Maka karena itu, para siswa dapat mempelajari hal di luar kelas yang berkaitan dalam kehidupan sehari-hari.

Diakhir sambutannya, Kacabdis Alfred Silalahi memberikan apresiasi atas kegiatan yang diselenggarakan oleh Kepala SMAN 1 Doloksanggul beserta jajarannya.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Doloksanggul Panutur Simorangkir saat berbincang dengan ASPIRASI.news menyebutkan, para siswa melakukan latihan selama 2 bulan demi suksesnya pelaksanaan acara P5 ini. Mereka dilatih oleh guru-guru yang terampil bekerjasama dengan koordinator kegiatan, seperti membuat pengantin, hula-hula, parboru, dongan sahuta, ale-ale dan lainnya.

“Saya kagum melihat penampilan yang mereka bawakan, sehingga acara berlangsung sedemikian rupa dan berhasil memukau para hadirin,” ujarnya.

Panutur Simorangkir memaparkan, ada tujuh tema dari P5 salah satunya kegiatan yang digelar mengenai kearifan lokal. Hal ini bertujuan untuk memperkuat profil Pelajar Pancasila melestarikan budaya yang ada di Indonesia khususnya Batak Toba.

“P5 adalah bagian pelaksanaan mata pelajaran Kurikulum Merdeka. Mudah-mudahan program ini bisa membentuk karakter siswa yang mencerminkan nilai luhur Pancasila,” ungkapnya.

Panutur menjelaskan, siswa SMAN 1 Doloksanggul mengadakan selebrasi sebagai puncak acara yang merupakan implementasi atas ide-ide atau inovasi yang dikembangkan siswa dengan menampilkan acara adat Batak Toba “Acara Pesta Unjuk”. Acara ini merupakan salah satu budaya Batak Toba yang harus ditanamkan pada diri siswa, agar tetap lestari dan tidak musnah terimbas zaman modern.

“Hal seperti ini sangat bermanfaat menumbuh kembangkan karakter para siswa, karena peragaan ini merepresentasikan apa yang telah didapatkan oleh siswa ketika mereka mengadakan penelitian pembelajaran tentang budaya lokal maupun budaya yang ada di seluruh Indonesia,” sebut Panutur.

Kegiatan ini mengangkat tema “Parbue Di Basta Naso Marlaok Bota”, subtema “Ingot ma di hata, jala unang lupa di tona agar adat terjaga, budaya terpelihara dan hidup bermartabat tujuannya”.

Pada kesempatan itu, orang tua siswa menyambut baik program P5 yang dilaksanakan SMAN 1 Doloksanggul, sehingga para generasi muda bisa mengerti budaya Batak Toba.

reporter | Saut.MS/R.01

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *