Kader PKK Humbahas Laksanakan Jambore

Humbahas, ASPIRASI.news – Kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) melaksanakan kegiatan Jambore, di objek wisata Sipinsur, Sabtu (3/8). Kegiatan diawali dengan parade setiap kecamatan dan pertunjukan tumba siswa SD.

Turut hadir dalam kegiatan itu, Ketua TP PKK Humbahas Ny Lidia Dosmar Banjarnahor, Wakil Ketua TP PKK Ny Erma Oloan Paniaran Nababan, Sekdakab Chiristison Rudianto Marbun, Asisten Pemerintahan Jaulim Simaullang, Kadis PMD Maradu Napitupulu, Kadis Pariwisata Jakkon Marbun, Kadis Lingkungan Hidup Halomoan Manullang, dan lainnya.

Bacaan Lainnya

Berbagai perlombaan dilaksanakan dalam kegiatan Jambore tersebut, yakni lomba kreasi senam 5 Poda, cipta menu, fashion show, Poskesdes terbersih, tempat ibadah terbersih, sekolah terbersih, PAUD terbersih, keluarga terbersih termasuk lomba desa percontohan terbersih.

Sekdakab Chiristison Rudianto Marbun mengatakan, bahwa PKK telah memberikan sumbangan pemikiran dalam proses pembangunan di Humbahas, serta mengapresasi peran PKK yang sangat signifikan bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Melalui Jambore ini diharapkan TP PKK mampu menyusun rencana aksi dalam melaksanakan 10 program pokok PKK dalam mendukung pembangunan pemerintah daerah,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Humbahas Ny Lidia Dosmar Banjarnahor mengatakan, Jambore kader PKK bertujuan untuk merekatkan kebersamaan antara kader dan pengurus PKK. Sehingga saling mengenal, saling bertukar informasi pengetahuan dan program-program kegiatan. Termasuk meningkatkan kualitas kader PKK untuk mampu dan konsisten melaksanakan program PKK.

“Semua kader PKK agar selalu kompak bergandengan tangan dan bahu-membahu dalam mendukung pemerintah dalam pemberdayaan masyarakat. Melalui potensi dan keberadaan kader PKK yang bisa menjangkau masyarakat sampai ke level yang sangat kecil yaitu keluarga” kata Lidia.

Dalam kesempatan yang sama, Plt Kadis Kesehatan Humbahas dr Gunawan Sinaga, menyampaikan paparan terkait stunting. Dikatakanya, bahwa stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak dimana tinggi badan/ panjang badan anak tidak sesuai dengan usianya karena kekurangan gizi kronis selama 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan).

“Bayi sejak lahir sampai usia 3 tahun adalah pembentukan dan perkembangan sel otak yang paling pesat, karena 80 % otak terbentuk pada usia tersebut. Apa yang diberikan sekarang kepada bayi akan menentukan status gizinya kelak,” terang dr Gunawan.

Selain itu, pemberian ASI harus segera dilakukan setelah bayi lahir sampai 1 jam pertama. ASI pertama yang diberikan pada bayi disebut kolostrum. Kolostrum ini sedikit lebih kental dan berwarna kekuningan yang mengandung banyak lemak dan protein serta sistem kekebalan.

“Sampai usia 6 bulan bayi cukup mendapatkan asupan makanan dari ASI tanpa di tambah makanan atau minuman lain karena ASI mengandung semua zat gizi dan cairan yang dibutuhkan untuk memenuhi seluruh kebutuhan gizi pada 6 bulan pertama kehidupannya,” pungkasnya. | Saut MS/rl

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *